Selasa, 18 Oktober 2011

merubah kebiasaan buruk


Dapat dipastikan tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, begitu juga dengan kamu. Setiap orang pasti memiliki kebiasaan buruk di dalam hidupnya. Seperti contohnya, suka mengomel, mengeluh, malas atau juga selalu merasa sombong dan angkuh. Tetapi, kebiasaan buruk bukannya tidak bisa dihilangkan. Pada dasarnya, semua kebiasaan buruk bisa dihentikan, baik itu berat maupun kebiasaan buruk yag ringan.
Kebiasaan adalah perilaku otomatis yang bisa kamu ubah dengan kesabaran dan sikap yang sungguh-sungguh. Namun, tentu pada pelaksanaannya, kita bakal mengalami bermacam-macam hambatan dari lingkungan, teman, kerabat,keluarga atau yang lainnya.
Segala sesuatu yang ingin diniatkan untuk kebaikan pasti tidak akan terlepas dari banyak hambatan. Semua itu adalah alat penguji terhadap kita, apakah kita konsisten dengan niat baik kita atau kita lemah di tengah perjalanan. Ingat, jangan pernah terprovokasi oleh gangguan di kanan-kiri kita yang akan membuat kita semakin sulit untuk menunjukkan perubahan.

Ini adalah beberapa cara untuk mengubah kebiasaan buruk kamu:

1. Komitmen yang sangat kuat
Agar berhasil mengubah kebiasaan yang buruk, kamu tentunya wajib memiliki komitmen yang kuat. Karenanya, kamu butuh niat dan keikhlasan untuk melakukan perubahan kebiasaan buruk itu.
2. Membuat catatan
Buatlah catatan setiap kali kamu mengulangi kebiasaan buruk tersebut. Lalu, gambarkan juga perasaan kamu saat itu dan apa yang kamu pikirkan. Dengan menuliskannya, kamu bisa tahu kapan saja dan mengapa kamu memiliki kebiasaan buruk ini.
3. Renungkan
Setelah menuliskannya, coba renungkan apa yang telah kamu lakukan itu. Manfaat serta pengaruh kebiasaan buruk itu terhadap diri kamu? Apakah ini merupakan cara kamu menghilangkan kebosanan, kegelisahan, stres, atau kemarahan?
4. Berjaga-jaga
Segera hentikan ketika kamu tersadar bahwa godaan untuk melakukan kebiasaan buruk sangatlah kuat. Mulailah melakukan perilaku alternatif yang sudah kamu tuliskan sebelumnya.
5. Lakukan perlahan-lahan
Bukannya tidak percaya, namun waktunya tidak akan secepat yang anda inginkan jika Anda benar-benar mau mengubah kebiasaan buruk. Kalaupun bisa, kamu sendiri akan merasa tersiksa dan ingin balas dendam. Lakukanlah perlahan-lahan, misalnya selama satu minggu, baru kemudian ditingkatkan pada minggu berikutnya. Semakin kamu sering melakukan kebiasaan baru yang baik, semakin cepat kebiasaan baik itu menggantikan kebiasaan buruk kamu terdahulu.
6. Minta bantuan orang lain
Kamu pasti butuh bantuan orang lain! Untuk mengubah kebiasaan buruk menjadi baik sangat sulit untuk dilakukan sendiri. Orang lain bisa menjadi tempat bagi kamu untuk meminta saran dan nasehat.
Mengubah kebiasaan buruk adalah sesuatu yang sangat terpuji karena apa yang kamu lakukan ini adalah demi kebaikan kamu sendiri. Tentunya akan sangat menyenangkan jika kita bisa mengubah kebiasaan buruk dan berteman dengan kebaikan.         





Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, begitu juga dengan Anda. Bisa dipastikan setiap orang pasti memiliki kebiasaan buruk dalam hidupnya. Suka mengomel, mengeluh, malas atau bisa juga selalu merasa sombong dan angkuh, namun bukan berarti kebiasaan buruk tidak bisa dihilangkan.
Pada masalah-masalah yang berat dan kronis seperti pecandu narkoba, peminum, umumnya kebiasaan tersebut tidak dapat dihentikan tanpa bantuan orang lain atautenaga medis. Namun, untuk hal-hal yang lebih kecil, sebenarnya siapa pun bisa melakukannya.
Namun demikian, pada dasarnya semua kebiasaan buruk itu dapat dihentikan baik itu berat maupun tidak. Sebab, kebiasaan adalah perilaku otomatis yang dapat diubah dengan kesabaran dan kesungguh-sungguhan. Namun pada pelaksanaannya tentunya kita akan mengalami berbagai macam hambatan baik itu datang dari lingkungan, teman, kerabat, keluarga dan lain sebagainya. Segala sesuatu yang diniatkan untuk kebaikan tentunya tidak terlepas dari berbagai macam hambatan dan semua itu adalah alat penguji bagi kita, apakah kita konsisten dengan niat baik kita ataukah kita kandas ditengah perjalanan. Jangan pernah terpropokasi dengan gangguan di kanan-kiri kita yang akan membuat kita lepas emosi yang akan semakin sulit untuk menujuk ke arah perubahan.
1. Komitmen yang kuat
Untuk mengubah kebiasaan buruk, Anda tentunya harus memiliki komitmen yang kuat. Karena itu butuh niat dan keikhlasan Anda untuk melakukan perubahan buruk itu.
2. Buat catatan
Cobalah membuat catatan, setiap kali Anda melakukan kebiasaan buruk. Lalu gambarkan pula perasaan Anda saat itu dan apa yang sedang Anda pikirkan. Menuliskannya akan membuat seseorang sadar kapan saja dan mengapa mereka memiliki kebiasaan buruk ini.
3. Renungkan
Setelah menulis kebiasaan buruk Anda, coba renungkan apa yang telah dilakukan itu. Apa manfaat atau pengaruh kebiasaan buruk itu pada Anda? Apakah ini sebuah cara untuk menghilangkan kebosanan, kegelisahan, stres, atau kemarahan?
4. Berjaga-jaga
Segera stop selagi Anda tersadar bahwa godaan untuk melakukan kebiasaan buruk amat kuat. Mulailah dengan melakukan perilaku alternatif yang telah Anda tuliskan.

5. Lakukan perlahan-lahan
Bukan tidak percaya, tapi rasanya tidak akan secepat itu jika Anda ingin mengubah kebiasaan buruk. Kalaupun bisa, bisa jadi Anda sendiri merasa tersiksa dan ingin balas dendam. Coba lakukan secara perlahan-lahan, misalnya selama satu minggu kemudian ditingkatkan pada minggu berikutnya. Semakin banyak Anda mempraktekkan kebiasaan baru yang baik, semakin cepat kebiasaan baik itu menggantikan kebiasaan buruk.
6. Minta bantuan orang lain
Anda butuh bantuan dari orang lain, karena untuk mengubah kebiasaan buruk menjadi baik tidak bisa dilakukan sendiri. Karena itu Anda butuh orang lain sebagai tempat untuk meminta saran dan nasehat.

Mengubah kebiasaan buruk adalah sesuatu yang bisa dikatakan sangat terpuji. Apa yang Anda lakukan adalah demi kebaikan Anda sendiri. Tentunya kita akan sangat menyenangkan bisa mengubah kebiasaan buruk dan berkawan dengan kebaikan.


Menulis sebuah tujuan untuk perjalanan hidup itu adalah sebuah tindakan yang mulia. Tentunya agar kita hidup di dunia ini memberikan banyak manfaat bagi manusia yang berada di sekeliling kita.  ‘Lebih Baik mati muda, meninggalkan sesuatu yang bermanfaat untuk orang banyak dari pada Hidup lama di dunia (Tua) menyusahkan banyak orang’ itu sebuah quote yang saya ambil dari sebuah buku yang pernah saya baca.
Ssaya tertarik dengan 1 materi yang bisa jadi motivasi khususnya bagi saya dan bagai rekan-rekan . Dan menurut saya cara tersebut adalah cara  untuk mendidik seorang manusia  untuk memiliki tujuan hidup saat ini dan yang akan datang.
be SMART for you and for your lover …..
“If You don’t know where you are going, you will probably end up someplace else”
Cara membuat Smart Goal / Menetapkan tujuan yang efektif itu ada 5 (SMART) :
1.  Spesifik
Maksudnya adalah target apa yang akan dicapai, dalam jangka waktu yang pendek/panjang. Tentunya itu adalah suatu target yang positif, dan merupakan suatu keyakinan yang timbul dari  hati masing-masing dari kita. Bukan ikut-ikutan teman, sahabat, ataupun pacar.
2. Measurable
Setelah mengetahui target yang akan dicapai, tentunya kita harus mempunyai kemauan untuk bergerak. Baik itu belajar maupun bekerja, pastinya itu harus dilakukan secara rutin dalam keseharian kita.
3. Attainable
Target yang di inginkan adalah target yang sesuai dengan peran kita, maksudnya dalam jangka waktu beberapa hari/ bulan kalau dilakukan dengan sungguh-sungguh maka target tersebut dapat benar-benar terwujud.
4. Realistic
Inilah yang terkadang kita abaikan dalam mengimplementasikan, yang sudah kita rencanakan. Rencana kita kedepan boleh besar, akan tetapi kita juga harus konsisten dengan apa yang sudah direncakan.
5. Time BoundDeadline
Inilah hal yang terbiasa dilakukan oleh orang Indonesia (memelihara pohon karet), lebih senang menunda-nunda pekerjaan. Dan yang terjadi adalah Telat, parahnya target-target yang direncanakan tidak akan tercapai.
” Time is Sword “
Itulah 5 cara yang dilakukan kebanyakan dari para orang sukses /beruntung. Tentunya dengan target-target yang positif, mulai dengan hal yang kecil, bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan, Ulet dan pantang menyerah.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar